Sukyatno Nugroho ( Pengusaha es teler 77 )
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sukyatno Nugroho (atau
Hoo Tjioe Kiat; lahir di
Pekalongan,
Jawa Tengah,
3 Agustus 1948 – meninggal di
Jakarta,
9 Desember 2007 pada umur 59 tahun) adalah
wiraswastawan, pendiri dan Presiden Komisaris Grup
Es Teler 77.
Meskipun hanya lulus
SLTP, ia orang yang gigih. Usaha penjualan
es telernya bermula dari usaha kecil-kecilan menggunakan resep dari ibu mertuanya. Salah satu mottonya adalah "Kalau perlu, saya akan bekerja 76 jam sehari untuk bisnis ini." Ia menjadi salah satu
ikon waralaba lokal
Indonesia.
Sukyatno dikenal sebagai orang yang eksentrik, penuh ide aneh, dan filantropis. Untuk yang terakhir ini ia memiliki Yayasan Perjalanan Mencerdaskan Bangsa demi merealisasi gagasannya bagi kegiatan untuk anak-anak, remaja, dan kelompok terpinggirkan. Ia selalu berupaya menyajikan yang "paling dan pertama". Beberapa kegiatan eksentrik yang dilakukan adalah acara melukis di atas
kanvas "paling panjang di dunia", 1.100 meter di Pantai Mutiara, Jakarta, lomba melukis di
batu sebagai jawaban atas tawuran anak sekolah yang saling melempar batu, lomba seni dari barang bekas, lomba melukis
layang-layang, lomba melukis di hutan, festival melukis di dasar danau kering Telaga Prigi (Jawa Tengah), serta kompetisi melukis untuk kaum tunanetra.
Ia dianugerahi beberapa penghargaan penting, seperti
The Best Asean Executive Award dan
Satya Lencana Pembangunan (1995). Berkali-kali namanya dicatat oleh
Museum Rekor Indonesia. Ia juga menulis buku
18 Jurus Sakti Dewa Mabuk Membangun Bisnis.
Sukyatno meninggal dunia dalam penerbangan menuju
Singapura setelah mendapat serangan
stroke yang ketiga kalinya.